RENDAHNYA KESEHATAN DI INDONESIA
Rendahnya kesehatan di Indonesia menyebabkan pekerja atau warga yang kurang sehat,karena kurangnya dokter,kurangnya perawat sebelum ibu melahirkan,kurangnya pencegahan,dan menyebabkan kematian ibu yang tinggi,kematian bayi dan anak yang tinggi. Banyak warga yang kurang gizi karena kurangnya makanan,dan kemiskinan menyebabkan kelaparan.
Pemerintah harus lebih memperhatikan warga yang kurang sehat,dan pemerintah harus meningkatkan kinerja dokter yang lebih baik dan unggul. Agar kurang gizi di masyarakat teratasi diantaranya pemerintah harus memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) sampai anak berumur 6 bulan,anak di berikan makanan yang bervariasi seimbang antara kandungan protein,lemak,vitamin dan mineralnya,rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan mengikuti program posyandu,jika anak dirawat di Rumah Sakit karena gizinya buruk bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus di berikan setelah pulang dari Rumah Sakit,jika anak telah menderita karena kekurangan gizi,maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat,lemak,dan gula.
Orang yang menderita kelaparan biasanya tidak mendapat makanan,dan kelaparan yang di derita dalam jangka panjang dapat menuju ke arah kurang gizi.kekurangan nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh.penyebab terjadinya kurangnya makanan dan kelaparan terjadi karena faktor ekonomi,kemiskinan keluarga,atau penghasilan yang rendah tidak dapat memenuhi kebutuhan,berakibat pada keseimbangan nutrisi anak yang tidak terpenuhi akan terjadi kurangnya makanan dan kelaparan.
Untuk mengurangi kematian bayi dan anak yang semakin tinggi,pemerintah harus lebih memperhatikan berbagai upaya yang telah di lakukan untuk menurunkan kematian bayi dan anak antara lain melalui penempatan bidan di desa,pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan mengunakan buku kesehatan ibu dan anak ( Buku KIA) dan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K),serta penyedian fasilitas kesehatan,(Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) (PONED) di puskesmas, perawatan dan (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) (PONEK) di Rumah Sakit.
Pemerintah telah menegaskan tawaran untuk meningkatkan kualitas persalinan.pada dasarnya seorang ibu harus memiliki akses dengan tenaga kesehatan.Namun,pada kenyataannya akses menjadi persoalan yang berat di beberapa kawasan di Indonesia.banyak faktor yang dapat mempengaruhi terutama pada daerah-daerah tertinggal seperti masalah transportasi,kondisi cuaca,serta jumlah tenaga kesehatan,yang masih kurang.Hal ini tentu menyulitkan rujukan ke fayankes(Fasilitas Pelayanan Kesehatan) terutama bagi ibu dengan komplikasi.
Catatan Kaki
* Obstetri : Cabang ilmu kedokteran yang khusus tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kelahiran bayi.
* Komprehensif : Bersifat mampu menangkap (menerima)dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Rusyana, Yus., Samsuri. Pedoman
Penulisan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, 1983.
Putrayasa, I.B. Kalimat Efektif
(Diksi, Struktur, dan Logika). :
Reflika Aditama,
Cisca. EYD (Ejaan yang Disempurnakan)
Lengkap. Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2008.
Akhdiah, Sabarti., dkk. Pembinaan
Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga, 2003.
KETERANGAN: Jenis Karangan Narasi.
Revisi :
1. Apa yang harus pemerintah lakukan untuk meningkatkan rendahnya kesehatan?
2.Bagaimana solusi agar kurang gizi di masyarakat teratasi oleh pemerintah?
3.Mengapa bisa terjadi kurangnya makanan dan kelaparan?
4.Apa yang harus pemerintah lakukan jika kematian bayi dan anak yang semakin tinggi?
5.Mengapa pemerintah kurang memperhatikan perawatan sebelum ibu melahirkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar